Ditegur Rasulullah Lewat Mimpi
Ditegur Rasulullah Lewat Mimpi - Ada berbagai kepercayaan atau mitos yang beredar tentang mimpi, namun setidaknya ada tiga literatur yang membahas mimpi secara lengkap dan mendetail. Literatur pertama adalah primbon jawa, dalam primbon disebutkan bahwa mimpi yang mempunyai arti (bisa ditafsirkan maknanya) adalah mimpi yang dialami saat tidur malam antara jam 12 malam hingga jam 4 dini hari. Durasinya empat jam saja, sehingga selain waktu yang tersebut diatas, maka mimpi hanyalah bunga tidur semata (penghias tidur kita), alias tidak memiliki makna apapun bagi orang yang mengalaminya.
Sementara itu literatur kedua yang cukup banyak dipercaya dan diyakini kebenarannya adalah tafsir mimpi menurut islam. Di jaman Nabi-nabi dahulu kala, mimpi merupakan salah satu media atau cara untuk menerima Wahyu dari Allah, seperti contohnya kisah Nabi Muhammad SAW, kisah Nabi Ibrahim AS, serta banyak nabi-nabi lainnya. Termasuk di dalam kitab suci pun disebutkan bahwa mimpi memang mempunyai makna atau arti bagi orang yang mengalaminya.
Selain kedua literatur diatas, ada juga orang yang mengaitkan mimpi dengan angka, terutama bila berhubungan dengan permainan togel. Orang biasa menyebutnya dengan istilah Buku Mimpi. Dalam buku mimpi dikatakan bahwa mimpi dapat di tafsirkan menjadi barisan angka (angka main), seperti misalnya mimpi Kuda angkanya 12, atau mimpi Gajah maka angkanya 13 dan seterusnya, dari yang 2 digit (2D), 3 digit (3D), hingga 4 digit (4D). Nah kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang Ditegur Rasulullah Lewat Mimpi, tertarik untuk mengetahuinya? Ayo lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai ya.
ARTIKEL PILIHAN PEMBACA :
Loading...
Loading...
Perimbon - Dikisahkan seorang ulama ternama di suatu daerah pada suatu malam dalam mimpinya sempat ditegur oleh Rasullullah saw. Teguran ini diberikan kepadanya karena ulama tersebut ketika selesai berdakwa di sebuah masjid, ketika semua jamaah telah kembali ke kesibukannya masing-masing. Ada seorang perempuan tua yang masih tetap duduk di dalam masjid. Dengan wajah lusuh ia menghampiri ulama tersebut dan meminta pertolongan:
"Bantulah aku, wahai hambah yang dimuliahkan Allah, sepeninggal suamiku, keluarga terpecah belah, anak-anakku bergulat dalam pembagian harta, sekarang ini aku tidak punya tempat tinggal dan apa-apa lagi. Sudihkah kiranya Anda dapat memberikan tempat tinggal untukku"
Ulama itu berkata "Mana Buktinya bahwa kau telah kehilangan semua hartamu?"
Mendengar pertanyaan ulama ini perempuan tersebut tidak dapat berkata apa-apa, lalu kemudian meniggalkan ulama tersebut.
Malam harinya dalam tidur ulama ia melihat dirinya berada pada suatu tempat yang amat luas dalam sebuah padang pasir, alam mimpinya sadar dan mengatakan bahwa dirinya bahwa inilah padang masyar. Menyadari hal tersebut sebagai ulama ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia tidak sendiri dalam padang pasir tersebut, ia bersama dengan ribuan orang lainnya. Ada beberapa di antara mereka yang mencari dan segera berlari ke bendera Nabi Isa, kemudia ia melihat sebuah cahaya dari kejauhan dan orang-orang berlarian ke arahnya bendera yang di tuju tersebut ternyata bendera Ibrahim. Sang ulama bergumam "Bukan bendera ini yang kucari" dalam kebingungan ia terus mencari dimana tempat yang harus ia tuju. Tiba-tiba ia melihat cahaya di atas sebuah bukit yang amat tinggi di antara bukit lainnya. Ia pun mendekati bukit tersebut berlarian bersama orang-orang lainnya. Ketika dekat ia dengan cahaya tersebut, berkata hatinya "Dialah Muhammad" ia pun tanpa pikir panjang berlari sekuat tenaga mendaki bukit tersebut.
Sesampainya kepada Nabi Muhammad saw ulama ini menyampaikan kecintannya kepada Rasulullah:
"Wahai kekasih Allah, aku ini adalah umatmu yang senantiasa beribadah kepada Allah dan menyampaikan kepada kaumku sebagaimana Rasulullah menyampaikan rahmat kepada umatnya, maka dari itu ya Rasulullah berilah syafaatmu untukku agar aku menjadi orang yang beruntung"
Rasulullah menjawab:
"Mana buktinya bahwa kau adalah umatku?" seketika itu ulama tersebut terbangun. Jantungnya berdegub kencang dengan apa yang baru saja ia mimpikan. Dalam setiap degub jantungnya semakin tak tertahankan tangis yang meluap dalam benaknya. Ia merasa malu dengan apa yang ia lakukan kepada perempuan yang meminta tolong padanya, sehingga Rasulullah sendiri menegurnya lewat/dalam mimpi.
Ketika matahari terbit. ulama ini segera keluar rumah dan mencari perempuan tua yang meminta tolong padanya. Puluhan pintu rumah ia ketok satu-persatu dan menanyakan tentang perempuan tersebut, tidak ada satupun yang tahu tentang keberadaannya. Namun, karena merasa malu ditegur oleh Rasulullah, ulama ini tetap tak menyerah dan terus mencari, hingga tibalah ia pada suatu rumah. Ia menanyakan tentang perempuan tua tersebut. Pemilik rumah tersebut kemudian mengantarkan ulama ini ke tempat tinggal perempuan yang dimaksud. Sesampainya disana terlihat sebuah rumah dengan keadaan yang amat berantakan dan tidak ada lagi satupun harta yang tersisa dan di rumah itu ia tidak menukan perempuan yang ia cari.
Meski lelah ulama ini terus mencari, hingga tibalah ia pada suatu rumah orang kafir. Diketuknya pintu rumah tersebut, pintu perlahan dibuka, dari pintu itu ia menemukan orang yang selama ini ia cari, ia pun meminta maaf kepada perempuan tua itu:
"Maafkan atas ucapanku kemarin, aku akan memberikanmu tempat tinggal, ikutlah denganku"
"Saya sudah diberi tempat yang layak oleh pemilik rumah ini"
Ulama tersebut tetap bersikeras "Ikutlah denganku aku menanggung segala beban hidupmu, bagaimana mungkin kau dapat hidup dengan orang yang tidak seiman denganmu"
Perempuan tersebut tetap tidak mau meninggalkan tempat tersebut.
Mendengar keributam di luar, sang pemilik rumah menghampiri ulama tersebut:
"Perempuan ini telah ku terima di rumahku dan saya telah berjanji untuk menanggung hidupnya, ketika aku menerima perempuan ini dalam rumahku, Rasul mu Muhammad saw berterimakasih padaku karena telah menerima hambanya, hal ini pulalah yang membuat saya memeluk agama Allah dengan, agama yang sama-sama kita yakini"
Ulama tersebut malu bukan kepalang, pengabdiaannya kepada Islam selama hidupnya harus berkahir dengan teguran oleh Rasulullah, sedangkan orang yang kafir seuumur hidupnya malah mendapatkan ucapan terimakasih dari Rasulullah saw.
Semoga kisah ini bermanfaat..
Baca juga:
- Kisah Nabi Yusuf Mimpi Matahari & Bulan Sujud, Berakhir Tragis
- Kisah Sahabat Mimpi Di Bawa Malaikat Ke Neraka
- Kisah Wanita Yahudi Mimpi Bertemu Rasulullah SAW
- Mimpi Bertemu Nabi Muhammad, Wanita Amerika Peluk Islam
- Mimpi Bertemu Rasulullah Mengantar Pria Ini Raih Hidayah dan Jadi Motivator Mualaf AS
- Misteri di Balik Mimpi Imam asy-Syafi’i Bertemu Rasulullah
Memuat...
Demikian pembahasan tentang Ditegur Rasulullah Lewat Mimpi yang dapat kami sampaikan untuk Anda. Semoga saja dapat menjawab rasa penasaran Anda, tentang arti, tafsir dan angka main dari mimpi yang Anda alami. Namun perlu diingat bahwa uraian yang kami sampaikan diatas hanyalah bersifat ramalan saja, dan seperti kita ketahui bersama bahwa yang namanya ramalan belum tentu dapat dibuktikan 100% kebenarannya. Untuk itu semua kami kembalikan lagi kepada Anda, apakah mau mempercayainya atau hanya menganggapnya sebagai informasi belaka. Meski demikian, sudah banyak orang yang membuktikan kebenaran dari ramalan mimpi yang dialaminya.
Loading...

Belum ada Komentar untuk "Ditegur Rasulullah Lewat Mimpi"
Posting Komentar